Kamis, 02 Agustus 2012

For God Has HIS Own Plan

      Banyak hal yang waktu kita udah ada, langsung terima jadi, maksud aku, udah nasib,heheeee.
Sesuatu yang udah terberi. Kita nggak bisa memilih siapa yang jadi orangtua kita, kita lahir dimana, bahkan sampai hal yang termasuk simpel seperti nama.
 Dewi Fransiska Simanjuntak, itu nama lengkapku. Ini nama feminim banget deh kalau menurutku. Dewi, kok mirip nama-nama putri di dongeng-dongeng itu yaaa, Entahlah pokoknya nama itu diberi tanpa persetujuan aku, tanpa rekomendasi dari aku juga, kalo dulu udah bisa pas lahir langsung ngomong, pengen minta nama Dewa aja, lebih matching soalnya :p. But, anyway, tetap makasih juga buat mama dan bapak yang udah ngasi nama itu. (* takut protes entar malah kiriman bulanan malah dipotong, atau malah disangka Malin Kundang modern version, NO!).

        7 Januari 1991, aku lahir di hari ini, nah tanggal ini juga ada tanpa persetujuan dari aku, oh jangankan persetujuan, pertimbangan juga nggak, hahaaa. Lahir dan besar di sebuah desa kecil, di Lintongnihuta. Kala bisa milih yaaaa, aku juga nggak pengen-pengen amat lahir di Januari, hehehee. Lahirnya di Pasar Baru , delapan jam dari Medan. Tapi aku bersyukur menjadi bagian dari kampung ini, banyak kenangan dan pelajaran disini.Well, meskipun nama kampungku ini sering bikin orang ketawa kalo dengar, komen mereka paling sering itu, “Itu dimana Wik?, masuk peta nggak?” Daaaaan , aku akan seperti putri pariwisata yang berkampanye tentang kampung ini, heheee.

 But from the deepest of my heart, i love to be a part of this village, this the place where i was born,  the place where i spent my chilhood and apart of my youth, and of course a place which has so much memory for me...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar