Plisss....!!!, jangan ajak aku nonton sinetron. Buat siapa pun yang suka nonton sinetron, salah banget kalau lagi nonton sinetron ada aku.Aku bisa secepat mungkin berubah jadi orang yang cerewet dan sok kritis luar biasa. Itu termasuk salah satu alasan kenapa aku nggak mau beli tv, selain gara-gara tiga teman deket aku di lantai atas kosan punya tv dan kita juga biasanya nonton bareng di satu kamar, dan yang menonton tv di kamar lain itu adalah makhluk halus penghuni alam lain, yang iseng karena udah capek berkelana,alasan lainnya siaran di tv yang aku suka dikit doang.
Suatu hari aku, Endang, Fitri libur.Pagi-pagi kita nonton, terus ada sinetron tentang ibu tiri gitu. Jadi ceritanya ada anak yang terpisah dari ibu kandungnya, kemudian papanya nikah sama wanita lain, dan jadilah anak ini punya ibu tiri. Di sinetron yang ababil super ini, Papanya itu dokter, kalau papanya kerja si mama tiri di rumah sama si anak ini.Seperti biasa, cerita tentang ibu tiri adalah cerita dimana si mama kejam luar biasa (*kejam lebai gitu, menurutku sih :P )Nah ada adegan saat pembantu lagi nyuapin makan si anak ini, “Neng, dimakan dong nasinya, kalo ga makan bisa sakit lo. “, si pembantu berdiri di samping anak itu. “GA MAU!!!!!” si anak teriak. “Makan ya neng, makan , dikiiiit aja.” , “GA MAU, dibilang juga GA MAU , pokoknya NGGAK.” Itu anak beneran teriak dan kedengaran sama ibu tirinya, nah si ibu tiri itu kesal dong yaaa, oh nggak cuma dia, aku dan dua teman ku yang lain juga ikut-ikutan kesal. Komentar kita, “Kok, payah sih, makan aja!” HAHAHAA. Adegan di sinetron berlanjut, si ibu tiri jalan ke arah ruang makan dengan tergesa-gesa, kita bertiga ikutan naik pitam”Cepatlaaah!!”, kami memang menghayati banget rasanya jadi ibu tiri, hehee. Dan ibu tiri itu mengambil alih tugas pembantu ini.
“MAKAN GAG??? MAKAN , CEPEEEEET!!!!”, Si ibu teriak, dan mengarahkan sendok ke mulut si anak. Fitri, Endang, aku , kita bertiga sama-sama marah, bahkan kok lebih marah dari si ibu tiri itu, heheee. “Iyaaaa, payah! Makan aja susah.“Fitri berkomentar. “Entah, buka aja mulutnya , maaaasuuuukkan nasinya, kalo perlu ga usah dari sendok, dari piring aja.” Aku dan Endang menimpali sambil terbahak, dan aku mulai sadar kami nggak seharusnya nonton sinetron ini. Si ibu tiri semakin ganas, dan kita semakin senang. Hahaaa. Adegan di sinetron, si anak tetap nggak mau makan dan si ibu tiri kalap, diseretnya si anak itu dengan marah ke kamar mandi, si ibu nyalain shower, buka kran lagi nyiramin si anak itu. “RASAKAN!!!”, dan kita bertiga tertawa puas. “Makan aja , payah.” Aku berkomentar. “Iyaaa daq.”Endang dan Fitri,ikutan komen. Trussss iklan , kita buka channel lain, kalo gag salah kita nonton Dashyat, pas acara Dashyat lagi iklan kita buka lagi channel sinetron ini. Rupanya adegannya udah berubah, di taman gitu, papanya udah tau kalau si ibu tiri ini sering nyiksa si anak ini, buru-buru dari Rumah Sakit , nyetir dan ibu kandungnya juga udah tau, naik taksi bareng dengan pembantunya. Entah gimana , mereka sekarang udah ada di taman bunga yang sama, (*Biasanya memang gitu kan sinetron kita, pemain2nya bisa serasa satu RW :p ). Tiba-tiba ada lewat truk, “Yes, siapa ya yang bakal ketabrak truk itu, pasti anaknya”, kata Fitri, keknya ‘kawan kita’ itu”,Endang menimpali. Ya, dari semua tokohnya yang melahirkan empati kita hanya tokoh ibu tirinya, heheee. Ternyata spekulasi kita salah , keduanya kena tabrak truk, pingsan , berdarah .Si papa dan mama ini langsung nyelamatin anaknya , dan dibawa ke rumah sakit, jadinya mereka berdamai, yang ada di kepala kita adalah gimana dengan nasib si ibu tiri, kok nggak ada yang nyelamatin, kok mereka tega. Dan kita bertiga sok sedih. Akhirrya untuk menyenangkan pikiran, kita berspekulasi bahwa si ibu tiri itu diselamatkan sopir truk,Si Sopir terpesona dengan kecantikannya. Kemudian si ibu tiri sembuh,lupa ingatan , setelah sadar kemudian jatuh cinta sama sopir truk yang baik hati dan masih jomblo itu. Mereka hidup bahagia. heheee, kita memang jaaaaraaang banget bisa diem kalo udah nonton sinetron.
Alasan sebenarnya aku nggak terlalu suka sinetron kita itu , LEBAIIII, beneran deh. Misalnya ada cerita tentang cewek suka sama cowok, si cowok suka sama cowok lain, di sinetron itu udah sesuatu yang dipermasalahkan berlebihan. Misalnya kalo ceritanya tentang remaja yang sekolah gitu, si cewek bakal mati-matian berjuang buat ngedapatin cinta si cowok , ya melakukan hampir apa pun. Misalnya sampe nyewa preman buat bikin cewek yang ditaksir si cowok celaka, atau diculik, atau malah dibunuh. Dan intinya nggak meaning banget buat aku. Gimana itu ada di dunia nyata?? Masalahnya kenyataan itu punya banyak banget aspek dan itu semua punya masalahnya masing-masing, kalau dunia nyata pindah ke sinetron, saat kita diejek orang lain , segeralah mengeluarkan racun dan paksa dia meminumnya , kalau dia nggak mau, minum sendiri aja, biar nggak usah ngedengarin ocehannya dia lagi, heheee. Pokoknya menurutku, Sinetron itu Lebai.
Tapiiiiii, ternyata, tunggu dulu, aku juga terkadang LEBAI. Suatu waktu aku ketemu dengan cowok satu kampung aku . Kita makan bareng, aku dapat traktiran lagi, Yaiiii, heheee. Udah selera banget dengan menu yang ada di depan mata, sambil makan, dia ngobrol, eh maksud aku kita berdua (*aneh juga ,kalau dia ngobrol sendirian). “jadi Wi, boleh nggak nanya sesuatu samamu?”, “Boleeeeh , emang nya kenapa?” berusaha sok kalem, dalam otak udah mulai berspekulasi, “dia bakal nanya apa yaaaa ? berharap dia akan nanya, “Wi, udah punya pacar belum?”, meskipun rada geli juga kalau ditembak disitu , seenggaknya itu adalah pertanda kalau dia itu tertarik ama aku, heheee. Harapan..oh harapan. Random, forget it!
“Tapi jangan marah yaaa Wik”, “iyaaaa.”Aku masih sok kalem dan dalam hati, semoga, semoga, semoga, ternyata yang ditanya , “KOK KAU GEMUK KALI SEKARANG WIK.’, jleb! Sangat jauh dari harapan saudara-saudara. Hahahaaa , aku ketawa, dalam hati , dalam hati sedikit kecewa. Ya sudah lah, aku cerita kalau ini sebenarnya karena aku belum bisa mengontrol emosi aku, jadi apa-apa makan, sedih makan, senang makan, ya seperti itulah . Tapi yang terutama itu karena aku sedih akan satu hal. (*This is about someone, so i can’t tell here.) Ceritaku ku akhirir dengan kalimat “kasian banget kan aku”, seolah minta persetujuan dari dia. Dia Cuma tersenyum dan berkomentar “gag masuk akal, lebai.” Sekali lagi, kata-katanya sekarang nggak sekedar nusuk udah nembus! Dia pun cerita tentang masalah yang hampir mirip, dan kalau mau dibandingin, masalahnya dia jauuuuuh lebih berat. Lebai banget, saat aku merasa nggak bisa ngapa-ngapain hanya karena satu peristiwa yang menyedihkan, seolah-olah hidup nggak akan dilanjut lagi.
Daaaaan, aku baru sadar terkadang aku seperti hidup di kisah ‘sinetron’ yang hanya berputar di dalam kotak seluas ‘televisi’. Ini membuat aku merasa orang paling kasihan jagat raya, hidup ini panjang, dan Dia adalah sutradaranya , jadi ya kenapa juga harus takut, nggak banget kan yaaaa..ya jadi begitulah, harusnya biar fair, kalo aku GELI plus sedikit KESAL liat sinetron yang lebai, harusnya aku lebih GELI dan KESAL, ngeliat diri sendiri yang lebai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar