Sabtu, 27 April 2013
Tau Sheila On Seven (SO7) bakalan konser di UI, aku dan beberapa teman dekatku semangat banget pengen ikutan acara konsernya. Lebih jelasnya, maksud aku ikutan nonton, (*Ga mungkin ikutan nyanyi, meski ngarep gila :p) Sangking bersemangatnya sampai-sampai aku pikir konsernya, Jumat 19 April, heheee, udah tukaran shift buat kerja di perpustakaan ternyata aku malah salah tanggal.Ternyata baru tanggal 26 April kemarin. Untungnya hari ini aku malah malah libur full, soalnya udah ngegantiin teman di shift-shift sebelumnya untuk kerja di perpustakaan. Nonton konser SO7 Yeeiiii!!! Ini bakalan jadi hiburan banget. Buat aku band satu ini memang legendaris banget, aku suka hampir semua lagu-lagunya. Bahasanya sederhana, realistis dan menyentuh banget dan nggak berlebihan.
Konsernya dimulai pukul 20.00, jadi jam 19.00 aku dan Arini berangkat dari kosan, sampai di FIB, kita udah muter-muter nyari ‘jalan pintas’ ke tempat konsernya, biar nggak usah ribet dan ngantri lama , tapi panitianya oke banget lagi, malah mereka mensterilkan spot-spot dan harus masuk melalui pintu utama, tempat mereka juga melakukan pemeriksaan tiket. Oiya, konser SO7 ini mahasiswa banget! Tiketnya Rp 20,000 dan malam itu rame banget. Aku dan teman-teman dekatku punya enam tiket, tapi dua orang teman ternyata nggak jadi ikutan nonton, akhirnya kita punya dua tiket tak bertuan dan yang punya sudah mengikhlaskan. Daripada nggak berubah jadi uang, so kita sepakat untuk mencari teman yang mau beli tiketnya. Arini sibuk mengirimkan bbm kepada teman-temannya, tapi fail. So, kita sebenarnya sudah pasrah aja, ya sudahlah. Kiki, Fitri, Arini dan aku pun berjalan menuju tempat konser. Tapi sebelumnya, ke toilet dulu. Setelah jalan dari arah toilet, ada seorang cowok yang tiba-tiba berbicara kepadaku.“Mbak, kalau mau beli tiketnya on the spot dimana ya?”. Dan aku langsung berpikir kalau kita bisa jual satu tiket kepada si cowok ini. Dan aku langsung memanggil Fitri.“Daq, gimana kalau tiketnya kita kasih yang punya kita aja?”Insting caloku tiba-tiba muncul. Kita menjelaskan kepada si cowok itu kalau kita punya dua tiket lagi. Fitri pun bilang si cowok itu ikutan sama kita sampai ke depan penukaran tiket, dan si cowok ini setuju. Tiba-tiba, aku dan Kiki merasa curiga, “Heh! Ada orang yang datang nonton konser sendirian, gila aja,niat banget!”, atau sebenarnya cowok ini punya maksud lain-lain”, aku dan Kiki mulai berspekulasi, sementara Fitri dan Arini terus berjalan di depan kami bersama cowok tersebut. Aku dan Kiki mengambil posisi di belakang untuk mengawasi.
Di depan tempat masuk, panitianya udah berjaga-jaga. Panitia meminta para penonton untuk baris dibagi dua. Orang yang mau beli tiket on the spot di sebelah kiri dan panitia menjual tiket konser seharga Rp 25,000 dan orang yang udah punya tiket di sebelah kanan.Fitri mengurusi penukaran tiket di depan , sementara aku dan Kiki, ke barisan orang-orang yang belum punya tiket. Kita sok melakukan observasi kepada orang-orang yang berbaris dan kelihatan ada cowok yang sendiri mau nonton konser ini. Kita melihat kalau dia nggak ngomong sama orang di belakang atau pun di depannya. Orang di dan di belakang si cowok ini juga sepertinya sibuk sendiri, jadinya kita berpikir kalau si cowok ini nonton konser sendirian.Dengan nggak tau malunya dan demi tiket yang berubah menjadi uang, kita pun langsung bertanya, “Mas, Mas belum punya tiket ya? Sendiri kan Mas?”, Muka cowok itu bingung-bingung dan sedikit ketakutan juga, HAHAHAA, aku pun tertawa melihat ekspresi cowok itu. Nggak sopan, memang, tapi ya aku merasa lucu aja. Sadar kalau dia kebingungan, aku menjelaskan kalau kita punya tiket satu lagi yang lebih dan Masnya bayar 20,000 saja. Cowok ini nggak menjawab malah berdiri dan kebingungan “Iya Mas beneran! Ikut kita aja k barisan sebelah” Kiki menjelaskan. Akhirnya cowok itu mau ikut dan membeli tiket dari kita.Dia beli, bilang makasih lalu pergi entah kemana. Cowok yang pertama ketemu juga pergi. Tapi yang penting dua tiket sudah berubah menjadi uang Rp 40,000 dan itu artinya kita bisa minum teh botol grati setelah selesai menonton. Hehehee *Prinsip anak kos
Sebelum SO7 tampil, performance di buka oleh Band FIB ( nama bandnya Hamba Allah) menurutku mereka aneh-aneh dalam lingkaran orang-orang pada umumnya, lumayan norak tapi kreatif parah, itu seperti standup comedy pake iringan musik, heheee. Meskipun awalnya berpikir, kalau acara konser itu bakalan langsung dimulai oleh SO7, tetapi penampilan grup band ini sangat menghibur juga, ditambah bercandaan mereka yang konyol. Aku suka hampir semua bercandaan mereka kecuali, saat mereka menyinggung masalah tugas akhir. Huh, itu serasa bikin nyesal udah datang nonton konser dan pengen segera bertobat dan menghampiri bahan skripsi yang ditinggal merana di kosan. Hehehe. O iya, MC acara ini berpasangan. Cewek aku nggak tau siapa, tapi yang cowok aku tau, namanya Diego Christian. “Ohhh, jadi Diego juga bisa jadi MC ya, hebat!” komentarku dalam hati. Sebelumnya, aku udah pernah ketemu Diego Christian dalam sebuah seminar menulis dan dia jadi pembicaranya dong.
Selesasi Hamba Allah tampil, MC masuk ke panggung dan memberikan beberapa pengumuman kejuaraan yang merupakan bagian dari acara itu juga. Aku, Fitri, Kiki, memilih duduk, sementara Arini mengipasi kita dari atas. Soalnya kaki udah pegal berdiri, dan mereka juga mengumukan nama-nama yang aku juga nggak tau siapa, jadi kita duduk dan memulai percakapan konyol. “Eh, gimana ya, kalau SO7nya nggak beneran datang? Terus tiba-tiba MCnya bilang, Selamat kalian semua kena super trap!!!”Iseng-iseng juga mengobservasi orang-orang di sekeliling kita, yaaaaah lumayan buat obat mata, hehee :p, “Benerkan, aku bilang, si Duta aja mungkin masih di rumahnya golek-golek.” Komentarku.
“Kita akan Melompat lebih tinggi bersama SO7, dengan tampilnya SO7, kami juga mengundurkan diri, dan kita bertiga langsung berdiri. Group SO7 naik ke atas panggung diiringi musik dan teriakan-teriakan brutal dari kita. “Dutaaaaaa!!!! Erooooosss!!! Briaaaaan!! Adaaaaaam!! Orang-orang meneriakkan nama-nama mereka. Konser pun dimulai, dan itu rasanya seperti karaokean bareng penyanyi aslinya, bisa berteriak sesuka hati, dan mungkin posisiku juga beruntung banget di samping orang-orang yang nggak kalah histerisnya dengan kami, so nggak ada yang merasa terganggu, heheee. Berkali-kali, Duta sang vokalis bilang terima kasih dan dia merasa terharu karena rata-rata yang datang pada hapal lirik lagu-lagu mereka padahal udah dari album yang lama banget. Saat musik dihentikan dan diberi kesempatan nyanyi buat yang nonton, suara pun kelihatan kompak banget. Aku , Fitri, Kiki, bernyanyi sekencang-kencangnya dan tertawa menyadari betapa brutalnya kita malam ini, tapi ah, bodo amatlah! Seandainya mamaku tau aku sebegininya disini, ampun Inong!! :p
Aku juga melihat cowok yang aku lihat sebelum SO7 tampil, tadinya dia kelihatan kalem banget dan setelah nyanyi bareng, dia loncat-loncat, teriak-teriak dan kebrutalan kita imbang juga ternyata, heheee. Di atas panggung ada banyak cerita. Ada orang yang mengasah bakatnya menulis dan menjadi MC, itu Diego. Ada yang mengekspresikan diri dengan kekonyolan yang kreatif banget dan bakat musik mereka, itu Hamba Allah. Ada SO7 dengan kepolosan mereka, cuma pake kaos tapi ASLI musik mereka itu menghibur dan oke banget. Bagaimana band yang udah lama ini, bisa tetap eksis sampai sekarang. Di bawah panggung juga banyak cerita. Orang-orang yang menghentikan bermacam-macam kesibukannya sementara untuk menikmati konser ini. Lagu yang sama diekspresikan dengan cara berbeda-beda oleh setiap orang, Ada yang nyanyi penuh penghayatan banget ada yang nyanyi sambil loncat-loncat brutal :D Manusia memang hidup dengan karakteristik dan kenunikannya masing-masing. Mungkin akan ada saatnya dalam hidup ini, ketika kita nggak pengen menjadi seperti orang lain, ada satu titik dalam kehidupan kita, kita bisa benar-benar bilang, thanks God for creating me as i am. :”) God is really good always . Karena memang nggak ada yang bisa mirip dengan orang lain, setiap orang memiliki keunikannya sendiri-sendiri, saat berharap diri menjadi seperti orang lain, itu mungkin adalah suatu kesalahan. Kadang berharap menjadi seorang cewek yang lebih anggun, kadang berharap punya bakat musik atau bakat yang lain. Orang yang mengekspresikan diri, orang menikmati dan menjalani hidup dengan cara mereka masing-masing. :”)
"I write because i don't know what I think, until I read what I say." - Flannery O'Connor"
Jumat, 10 Mei 2013
Rabu, 27 Februari 2013
Kasih Tanpa Bahasa
![]() | ||
| Lumban Silintong, Januari 2012 :") |
Kasih Tanpa Bahasa
Wanita yang Tuhan pilih untuk jadi mamaku.Kalau istilah orang Batak, “Dang dao tubis sian bonana”, terjemahan bebasnya,” orangtua pasti mirip sama anaknya”, ini kayaknya nggak berlaku buat kita ya Ma :”). Aku merasa kita memang beda banget, heheee. Kalau mama sabar banget, aku nggak. Ketekunan mama juga nggak menular ke aku. Kalau mama kesal,mama marah, sementara kalau aku kesal, aku diam. Satu-satunya persamaan yang paling menonjol diantara kita itu, kita sama-sama sering diam-diam memperhatikan orang lain, pemuja rahasia, Heheee.
Benar kata orang, terkadang memang kita baru mengerti kalau sesuatu itu berharga saat kita udah kehilangan. Entah kehilangan untuk sementara atau selamanya. Yaaaa, banyak hal yang ku pikir dulu aku nggak akan pernah suka dan sekarang aku merindukan itu semua. Ternyata aku kadang rindu suara mama yang kencang,suara yang bahkan bisa sampai ke rumah tetangga cuma manggil aku :D “Dewiiiiiiiiii!!!” Padahal kadang aku di ruang tengah , Mama di teras, Hahhahaa. Orang-orang bilang, Batak memang biasa begitu, suaranya kencang-kencang, kasar tapi tulus :p Jarang-jarang mama lembut-lembut, kayak sosok ibu-ibu bijaksana di sinetron, mengusap-usap rambut anaknya dan bilang, “iya Mama sayang samamu Nak.” Hahahaa, mama pernah nggak ya gituin aku? :p Seingat aku itu, mama nggak pernah langsung ngomong gitu sama aku, ahhhh! Mama , kadang memang nggak romantis, hehee :p Kalau dipikir-pikir, bapak juga nggak, gimana dulu orang mama sama bapak pacaran ya? *Mulai eror :D Aku juga rindu ngajarin mama buat make HP, ngetikkan sms buat mama. Dulu aku sering merasa direpotkan, kalau disuruh ngetik sms, heheee. Ternyata sekarang aku rindu juga. Mama udah agak berbeda sekarang, udah bisa sms sendiri, bahkan udah senang banget main game di laptop.
Sewaktu rumah kita direnovasi sedikit tahun 2011 kemarin, saat ada tiga orang tukang yang lagi kerja dan kita semua selalu makan siang barengan. Jadinya, harus ada yang siap-siapin buat makan siang. Bapak sama mama kan ngajar, kakak kerja, jadi tinggallah aku sama abang Lambok yang hanya punya sedikit ilmu mengenai memasak dan kalau dibandingkan dengan abang Lambok, aku masih bisa PD kalau bilang aku masih lebih profesional, hahaaa. Seumur-umur aku sama sekali belum pernah masak sendiri. Maksud aku,semua tanggung jawab masak itu aku yang megang gitu. Biasanya aku kan jadi tenaga kerja bantu. Bantu-bantu beli bahan yang kurang,motong-motong,giling-giling bumbu,atau melakukan pekerjaan yang paling aku seneng, jadi tester, heheee.
Mama sangat tau kalau dua orang manusia yang akan tinggal di rumah adalah spesies yang ceroboh dan ga ahli, sebagai cewek, aku dianggap lebih bertanggung jawab urusan masak-memasak, sebelum berangkat ngajar, aku dibrifing dulu sama mama.” Jadi Boru, nanti kalau tukangnya datang, langsung bikin kopi.Kopi kalau tempatnya yang ini (*menunjuk ke teko yang lumayan besar ), kopinya tujuh sendok, bikin gula dua belas sendok ya Boru. Nah nanti ikannya, ikan mujahir itu, tadi mama udah beli,nanti dibersihkan dulu, yang nggak digoreng masukin ke kulkas.” Heheeee, aku tiba-tiba aja nyadar, mamaku ini , belum berubah dari aku kecil banget sampai sekarang udah gede, mama tetap aja,kalau ngasi instruksi kerjaan, kalimatnya panjang banget :") Aku senyum-senyum aja, dan tepat banget dugaanku, nggak berapa lama,mama sambung lagi, “Nanti beli bumbunyaya Boru, disambal aja ikannya, rasai garamnya. Kalau goreng ikannya pake jaket panjang yaaa...pake topi kupluk bapak, nanti kalau minyaknya kena kulit sakit”, mamaku ngelanjutin brifingnya. YA, brifing 20 menit selesai dan mama berangkat ke sekolah. Fiuuuuuh, aku lega,heheee.
Belum lama ditinggal, aku sendiri sudah pusing. Heheee, kalau soal nyambal sih, bisa. Giling-giling bumbu juga bisa , meskipun belum cekatan, yang bingung itu , gimana cara menggoreng ikan mujahir? Maaf,bukan manja atau sok-sok ga bisa masak. Anak kampung nggak tau masak itu memang agak kebangetan,tapi aku punya cukup alasan juga. Dari aku kecil banyak saudara yaang tinggal di rumah, kerjaan di rumah cuma sedikit, jadilah waktu SD kerjaanku cuma ngiris-ngiris bawang kalau masak, bantuin ngelap sofa kalau kakak nyapu, terus selama SMP, masih ada kakak Eva, dan aku jadi asistennya dia.SMA ngekos ga masak lagi, kuliah apalagi, uhuk :"( So, jadilah aku belum mandiri dalam hal ini.
Udah bingung banget yang mau ditanya juga nggak ada, jadilah mengingat-ingat brifingnya mama tadi. Sekarang baru bersyukur, untung ya mama itu kalau ngasi instruksi kerjaan detail, hahaaa. Jadi sekarang saatnya learning by doing. Baiklah, kalau masalah ngebersihin ikan , aku benar2 tau kok, motong apalagi, aku bisa banget dan sangat menghayati profesi ini, tapi menggoreng :’( Gimana yaaa ? kalau misalnya ini cuma buat orang-orang di rumah, yaaa GPP banget buat aku karena toh mau rasanya gimana, ya cuma sedikit merasa bersalah dan yang pasti mereka semua bisa maklum, nah kalau sama orang lain ?? OH, My God.
Masalahku ternyata nggak cuma itu aja, gimana ngerjainnya dengan cepat. Huhuhuhu. Begini, kalau orang mama udah berangkat semua dari rumah jam 07.30, pukul 08.00 tukang udah datang, sebelum itu aku harus sudah bikin kopi sama sarapan. Pukul 12.00 harus sudah makan siang, sementara pukul 10.00 ada istirahat, aku juga harus bikin minum, HAH! Belum lagi kalau dipanggil-panggil, minta diambilin apa gitu. Aku baru sadar kalau aku butuh strategi, jiaaaaah, hahaaa. Jadi begini step by stepnya , aku siapin bumbu ikan , sambil udah masak nasi. (*dan aku nggak tau ngukur air buat nasi kalau sudah banyak , dan mama bilang masak nasinya satu liter. Aku sok-sok kayak orang jualan di pasar, habis masukin satu liter, aku tambah lagi berasnya, biar nggak ngepas banget, orang jualan di pasar ajakan, jualannya dilebihin :p Heheee :D sementara nyiap-nyiapin bumbu, aku harus menggoreng ikannya, kalau satu-satu dikerjakan , bisa lama banget selesainya, dan lagian bumbunya banyaaaaak bangeeet :’( Hal yang paling nggak itu adalah menggiling cabe..... :”( terbersit niat untuk pake blender aja, hahaaa. Cepat dan aku nggak capek, tapi ingat kata bapakku,cabe itu rasanya nggak enak kalau diblender, beda rasanya sama yang digiling . Eh,...ntar malah ga enak sama bapak, masa udah capek-capek dari sekolah, laper, makan eh rasanya nggak enak juga.
Ditengah bingungnya aku, abangku tiba-tiba kerasukan malaikat, heheeee. Aku minta tolong dia untuk giling bumbu-bumbunya , eh malah mau. Hahahaa, padahal tadinya sih bercanda, eh sedikit serius sih, waktu abangku malah mau, rasanya , ahahaaa :D:D:D bahagia deh. Sekarang urusanku adalah dengan sayur dan menggoreng ikan-ikan lucu nan imut itu.
O iyaa, nasiku, ini untuuuung banget udah aku periksa dulu. Hehee,Dan apa kabarnya ?? hahaaa, MENTAH hahahaa :D:D Berasnya kebanyakan, kali ini sok murah hati lebaii sih. Akhirnya ku kukus, dalam kasus ini masih untung ga nasi jadi bubur, tapi masih beras tidak jadi nasi, heheee ya sudah tinggal dikukus. Ini hari pertama, dan untung semuanya bisa aman terkendali. Malah Mama kasi pujian lagi, hahaaaa. Padahal abang Lambok yang menggiling semua bumbunya.Ikannya ada sedikit yang gosong ( tapi ditolerir, hheeee ).
Sekarang aku malah mikir kalau bapak, mama, abang dan kakak, mau aku lebih lama pulang untuk bantu-bantu masak di rumah.Makanya waktu aku minta untuk cepat-cepat pulang, malah nggak dibolehin. Sebenarnya kerjaan ini nggak berat, lagian aku punya asisten,abang Lambok.Aku minta cepat-cepat pulang, heheee.. aku memang jahat dan terkadang EGOIS, ihihihi, maaf Mama. Soalnya aku pengen pergi ke tempat teman aku dulu si Siantar sama pengen main-main di Medan dulu sebelum pulang ke Depok. Kakak kotbah, abang ngoceh, agar aku pulang lebih lama lagi. “Hahahaa, biar ada yang masakin untuk siangkan yaaa?” Komentarku. Mama saat itu menggeleng, besok paginya ketika aku baru bangun jam 6 lewat, aku lihat ikan jahirnya semuanya sudah digoreng, kata Mama biar aku tinggal menyambal aja. Aku nggak tau mama sama kakakku itu udah bangun dari jam berapa.
Aaaaaaaah, Mama sering sukses buat aku merasa terharu.Mama, bukan sosok ibu-ibu yang lembut banget, kalau nasehatin anaknya suaranya pelan sambil diusap-usap rambutnya (*Ga kebayang juga Ma, kalau mama tiba-tiba jadi kayak gitu, hahaaa). Mama, bukan sosok yang bungkusin aku kado ulang tahun, dan memberikannya sebagai kejutan. Sebaliknya, mama malah bilang “Kau mau apalah inang buat kadomu?” hahaaa. Mama nggak diam-diam bikin kue ulang tahunnya,”Iya, Mama mau buat kue ulang tahunmu.” Hahaaa, MAMA :”) Kasih sayang itu kadang tanpa nama, tak terjelaskan, tetapi selalu bisa ditunjukkan lewat apapun, dan tanpa Mama ucapkan, aku selalu bisa merasakannya.
Kamis, 21 Februari 2013
Delapan Hari Untuk Ulang Tahun Mama
Rabu, 20 Februari 2013
20:01 PM
( Hari ini pulang dari kampus, rasanya udah lumayan capek. Jaga tiga jam di perpustakaan, latihan dance buat Last Performance Angkatan 2009, tapi abis mandi pengen banget aja buka net book dan nulis. Dan yang kepikiran cuma mama : )
Hei Mama! 28 Februari 2013 nanti bakalan ulang tahun yang ke-55, masih nggak nyangka aja, udah selama itu mama hidup Ingat mama banyak hal yang menjadi kenangan. Sebenarnya aku punya banyak hal yang sering aku pertanyakan dalam hidup, tapi kalau pertanyaan tentang mama, aku tuh sering nanya, Mengapa ada orang yang begitu sayang dengan manusia seperti aku? Hehee, eror- eror begini aku juga terkadang mikirin ini Ma : ) Ma....aku nggak ngerti kenapa seorang ibu itu bisa sayaaaaang banget sama anaknya. Entahlah. Setiap aku pulang aku selalu merindukan perhatian dan kasih sayang dari mama. Hal terhebat yang aku lihat dari mama itu adalah penerimaannya. Hehehee, makasih mama sudah mau menerima anak-anakmu apa adanya. Padahal mama bisa merasakan kalau kami bertiga memang sangat berbeda, dan dengan mudahnya mama bisa membuat perbandingan, tapi mama nggak pernah ngelakuin itu.
Banyak kenangan yang sudah mama ciptakan, banyak kenangan yang sangat bisa ku kenang. Mama mencintai abang Lambok, Kak Eva dan aku dengan tulus, padahal kalau mau dipikir-pikir sering juga aku dan abang Lambok mengecawakan mama, mama selalu melihat kami sebagai anak-anak yang sudah Tuhan percayakan untuk mama bimbing, untuk mama besarkan, untuk mama jaga, demi terwujudnya rencana Tuhan di bumi ini. Rencana Tuhan yang diwujudkan melalui mama dan bapak.Ada banyak hal yang selalu ku syukuri menjadi anak dari orangtua seperti kalian. Selalu mengingatkan agar jangan pernah khawatir soal uang, “selagi sehat mamak sama bapak boru, bisanya. Dang adong na so tarpatupa ni Debata.” Iya, aku setuju banget nggak ada sesuatu yang mustahil buat Tuhan. Atau suatu hari nanti mama akan melihat anak-anak yang mama besarkan Tuhan pakai luar biasa. (Amin)
20:01 PM
( Hari ini pulang dari kampus, rasanya udah lumayan capek. Jaga tiga jam di perpustakaan, latihan dance buat Last Performance Angkatan 2009, tapi abis mandi pengen banget aja buka net book dan nulis. Dan yang kepikiran cuma mama : )
Hei Mama! 28 Februari 2013 nanti bakalan ulang tahun yang ke-55, masih nggak nyangka aja, udah selama itu mama hidup Ingat mama banyak hal yang menjadi kenangan. Sebenarnya aku punya banyak hal yang sering aku pertanyakan dalam hidup, tapi kalau pertanyaan tentang mama, aku tuh sering nanya, Mengapa ada orang yang begitu sayang dengan manusia seperti aku? Hehee, eror- eror begini aku juga terkadang mikirin ini Ma : ) Ma....aku nggak ngerti kenapa seorang ibu itu bisa sayaaaaang banget sama anaknya. Entahlah. Setiap aku pulang aku selalu merindukan perhatian dan kasih sayang dari mama. Hal terhebat yang aku lihat dari mama itu adalah penerimaannya. Hehehee, makasih mama sudah mau menerima anak-anakmu apa adanya. Padahal mama bisa merasakan kalau kami bertiga memang sangat berbeda, dan dengan mudahnya mama bisa membuat perbandingan, tapi mama nggak pernah ngelakuin itu.
Banyak kenangan yang sudah mama ciptakan, banyak kenangan yang sangat bisa ku kenang. Mama mencintai abang Lambok, Kak Eva dan aku dengan tulus, padahal kalau mau dipikir-pikir sering juga aku dan abang Lambok mengecawakan mama, mama selalu melihat kami sebagai anak-anak yang sudah Tuhan percayakan untuk mama bimbing, untuk mama besarkan, untuk mama jaga, demi terwujudnya rencana Tuhan di bumi ini. Rencana Tuhan yang diwujudkan melalui mama dan bapak.Ada banyak hal yang selalu ku syukuri menjadi anak dari orangtua seperti kalian. Selalu mengingatkan agar jangan pernah khawatir soal uang, “selagi sehat mamak sama bapak boru, bisanya. Dang adong na so tarpatupa ni Debata.” Iya, aku setuju banget nggak ada sesuatu yang mustahil buat Tuhan. Atau suatu hari nanti mama akan melihat anak-anak yang mama besarkan Tuhan pakai luar biasa. (Amin)
Rabu, 20 Februari 2013
SEBUAH ALASAN ANEH
Anyway, aku sadar banget kalau aku memang pemalas. Apa-apa udah maleees aja bawaannya .So, apa yang bisa diraih dengan sifat dasar malas ? Jawabannya, nggak ada yang bisa dicapai dengan rasa malas. YA. Semester ini, aku mulai ngajar, sebenarnya aku memang malas, tapi aku nggak tau mau ngapain selain kuliah, kuliah dan kuliah. Toh dari sejak dulu di kelas kuliah juga aku bukan orang yang fokus, dan itulah alasannya ipku juga nggak tinggi, heheee, but udahlah nggak ada yang perlu disesali mengenai itu semua.
Jadi aku ngajar, sebenarnya ini lebih buat self healing, aku mau jujur, dan jujur ini bukan sesuatu yang mudah. Image aku terlalu baik-baik di mata orang,tapi ini pelajaran banget sih, hidup itu ternyata nggak pernah hanya diwarnai oleh kemenangan demi kemenangan tetapi juga hidup juga adalah tentang kegagalan demi kegagalan. Well, saat kita frustasi , lakukan aja hal sekecil apapun yang bisa membantu orang lain, karena ketika kita juga membantu orang lain,sebenarnya yang kita lakukan juga adalah membantu diri kita sendiri. Yaaaa, itu. Saat aku mengajar anak SMP, sebelumnya aku juga mengajar anak SMA yang mau SPMB, ada rasa bangga pada diri sendiri, perasaan kalau kita mencapai dan bisa melakukan sesuatu. Frustasi adalah suatu konsep yang pas untuk menggambarkan keberadaanku disini. Kadang rasanya seperti nggak tau mau kemana.
Sebenarnya nggak tau mau nyalahin siapa, tapi sebenarnya beruntung banget orang-orang yang memasuki perguruan tinggi dengan tujuan yang jelas, tujuan yang ingin dicapainya. Beda banget dengan aku yang ingin masuk perguruan tinggi hanya karena nggak ingin gagal dalam SPMB, heheee, suatu cita-cita yang aneh sih kalau menurutku. Mereka sudah melakukan sesuatu untuk mencapai mimpi yang mereka inginkan dan pada akhirnya mereka mencapai mimpi itu, dan akhirnya aku mau bertanyan bagaimana dengan aku. Kalau mau jujur aku kadang hanya takut bermimpi, dan terlalu sering membatasi diri. Membatasi aku dengan apa yang bisa aku lakukan. Perguruan tinggi ini akhirnya mengubah aku, ini adalah tempat yang dipilih Tuhan untuk membentuk orang seperti aku. Tuhan itu sangat baik.
Tiba-tiba aja aku merasa semua orang serba lebih dan merasa kalau aku nggak punya apa-apa, dibandingkan mereka.Ya, tersesat di dunia universitas ini bukanlah sebuah hal yang mudah. Ibarat katak di bawah tempurung dan tempurungnya baru aja pecah, dan kataknya melihat dunia, heran dong dia. Atau kalau ikan yang ada di akuarium dipindahkan ke laut, bisa megap-megap melihat ternyata dunia itu luas banget, seenggaknya itu yang aku rasain banget saat masuk di dunia universitas disini. Mamaku sering bilang, “mending jadi orang bodoh diantara orang yang pintar, daripada menjadi orang pintar diantara orang yang bodoh.” Rasanya sekarang aku gagal menemukan kebenaran pernyataan ini. Itu nggak mudah saudara.
Dulu aku merasa aku OK dan orang lain nggak OK, itu sebuah life position yang salah banget.Pertama aku ngeliat orang yang tekun banget, dalam hati aku sering menghina, menganggap remeh orang-orang seperti mereka, “apa lalo banget yaa makanya sampai segitunya?” heheee, dan aku cuek, dan mati sendiri karena kecuekanku itu. Belajar juga aku malas-malasan dan mengejek orang yang tekun belajar. Rasanya nusuk banget sewaktu belajar kalau semua orang itu penting. Saat melihat orang yang bahasa Inggrisnya udah lancar banget sementara aku harus jungkir balik untuk membaca text book Bahasa inggris.Dan perjalanan ini memang nggak mudah, atau aku juga sudah menjalaninya dengan bodoh, heheee, tapi aku ngarep banget nggak ada yang ngelakuin hal ini lagi.
Teman-teman yang dulu aku sepele dengan mereka, ternyata sudah punya prestasi cemerlang. Mengapa orang bisa berkomitmen untuk menunda kesenangan sesaat karena mereka tau apa yang ingin mereka capai. Dulu, sewaktu zaman sekolah, sejujurnya aku juga nggak pernah tau tujuan aku sekolah itu buat apa. Pokoknya sekolah ya sekolah aja, toh di sekolah juga banyak teman dan jadinya seru dong kalau ngabisin waktu di sekolah.Di sekolah dulu, aku yang jadi kebanggaan guru-guru tapi itu jauh banget sih sewaktu zaman sekolah daaan sekarang memang keadaan benar-benar berbeda, semua masa lalu itu udah nggak kepake di masa sekarang, keadaan sudah benar-benar berbeda.Sekarang aku yang diam ngedengarin temanku ngejelasin mata kuliah. Aaaargh, sebernarnya kalau mau dilihat lebih jauh ini hanya bukti nyata dari sebuah kesombongan sih, pengen melihat diri sendiri sebagai orang yang OK dan meremehkan orang lain, btw aku pernah dengar kotbah “Kalau orang sombong kenapa Tuhan, menjatuhkan?” , dulu jauh di dalam hati, aku merasa ya apalagi alasannya kalau bukan karena Tuhan itu memang kejam dan nggak senang aja,nggak suka kalau anaknya nakal-nakal. YA, tetapi ternyata aku salah. Tuhan nggak seperti itu,Tuhan itu baik banget, Dia nggak mau aja kita jadi tersesat gara-gara itu semua. Kesombongan sudah pasti membuat orang jatuh, iya itu nggak usah diragukan lagi. Karena Tuhan sayang, Dia pengen menghancurkan kesombongan itu dulu,baru Tuhan bisa berkarya di dalam kehidupan kita. Ini hal yang aku yakini sedang Tuhan kerjakan juga di dalam hidupku dan jujur , ini juga yang aku rasakan. Dia bekerja, memproses aku, membimbing aku langkah demi langkah dan menghancurkan dulu kesombonganku sebelum Dia sendiri yang akan mengangkat aku lebih tinggi.
Anyway, aku sadar banget kalau aku memang pemalas. Apa-apa udah maleees aja bawaannya .So, apa yang bisa diraih dengan sifat dasar malas ? Jawabannya, nggak ada yang bisa dicapai dengan rasa malas. YA. Semester ini, aku mulai ngajar, sebenarnya aku memang malas, tapi aku nggak tau mau ngapain selain kuliah, kuliah dan kuliah. Toh dari sejak dulu di kelas kuliah juga aku bukan orang yang fokus, dan itulah alasannya ipku juga nggak tinggi, heheee, but udahlah nggak ada yang perlu disesali mengenai itu semua.
Jadi aku ngajar, sebenarnya ini lebih buat self healing, aku mau jujur, dan jujur ini bukan sesuatu yang mudah. Image aku terlalu baik-baik di mata orang,tapi ini pelajaran banget sih, hidup itu ternyata nggak pernah hanya diwarnai oleh kemenangan demi kemenangan tetapi juga hidup juga adalah tentang kegagalan demi kegagalan. Well, saat kita frustasi , lakukan aja hal sekecil apapun yang bisa membantu orang lain, karena ketika kita juga membantu orang lain,sebenarnya yang kita lakukan juga adalah membantu diri kita sendiri. Yaaaa, itu. Saat aku mengajar anak SMP, sebelumnya aku juga mengajar anak SMA yang mau SPMB, ada rasa bangga pada diri sendiri, perasaan kalau kita mencapai dan bisa melakukan sesuatu. Frustasi adalah suatu konsep yang pas untuk menggambarkan keberadaanku disini. Kadang rasanya seperti nggak tau mau kemana.
Sebenarnya nggak tau mau nyalahin siapa, tapi sebenarnya beruntung banget orang-orang yang memasuki perguruan tinggi dengan tujuan yang jelas, tujuan yang ingin dicapainya. Beda banget dengan aku yang ingin masuk perguruan tinggi hanya karena nggak ingin gagal dalam SPMB, heheee, suatu cita-cita yang aneh sih kalau menurutku. Mereka sudah melakukan sesuatu untuk mencapai mimpi yang mereka inginkan dan pada akhirnya mereka mencapai mimpi itu, dan akhirnya aku mau bertanyan bagaimana dengan aku. Kalau mau jujur aku kadang hanya takut bermimpi, dan terlalu sering membatasi diri. Membatasi aku dengan apa yang bisa aku lakukan. Perguruan tinggi ini akhirnya mengubah aku, ini adalah tempat yang dipilih Tuhan untuk membentuk orang seperti aku. Tuhan itu sangat baik.
Langganan:
Postingan (Atom)


