![]() | ||
| Lumban Silintong, Januari 2012 :") |
Kasih Tanpa Bahasa
Wanita yang Tuhan pilih untuk jadi mamaku.Kalau istilah orang Batak, “Dang dao tubis sian bonana”, terjemahan bebasnya,” orangtua pasti mirip sama anaknya”, ini kayaknya nggak berlaku buat kita ya Ma :”). Aku merasa kita memang beda banget, heheee. Kalau mama sabar banget, aku nggak. Ketekunan mama juga nggak menular ke aku. Kalau mama kesal,mama marah, sementara kalau aku kesal, aku diam. Satu-satunya persamaan yang paling menonjol diantara kita itu, kita sama-sama sering diam-diam memperhatikan orang lain, pemuja rahasia, Heheee.
Benar kata orang, terkadang memang kita baru mengerti kalau sesuatu itu berharga saat kita udah kehilangan. Entah kehilangan untuk sementara atau selamanya. Yaaaa, banyak hal yang ku pikir dulu aku nggak akan pernah suka dan sekarang aku merindukan itu semua. Ternyata aku kadang rindu suara mama yang kencang,suara yang bahkan bisa sampai ke rumah tetangga cuma manggil aku :D “Dewiiiiiiiiii!!!” Padahal kadang aku di ruang tengah , Mama di teras, Hahhahaa. Orang-orang bilang, Batak memang biasa begitu, suaranya kencang-kencang, kasar tapi tulus :p Jarang-jarang mama lembut-lembut, kayak sosok ibu-ibu bijaksana di sinetron, mengusap-usap rambut anaknya dan bilang, “iya Mama sayang samamu Nak.” Hahahaa, mama pernah nggak ya gituin aku? :p Seingat aku itu, mama nggak pernah langsung ngomong gitu sama aku, ahhhh! Mama , kadang memang nggak romantis, hehee :p Kalau dipikir-pikir, bapak juga nggak, gimana dulu orang mama sama bapak pacaran ya? *Mulai eror :D Aku juga rindu ngajarin mama buat make HP, ngetikkan sms buat mama. Dulu aku sering merasa direpotkan, kalau disuruh ngetik sms, heheee. Ternyata sekarang aku rindu juga. Mama udah agak berbeda sekarang, udah bisa sms sendiri, bahkan udah senang banget main game di laptop.
Sewaktu rumah kita direnovasi sedikit tahun 2011 kemarin, saat ada tiga orang tukang yang lagi kerja dan kita semua selalu makan siang barengan. Jadinya, harus ada yang siap-siapin buat makan siang. Bapak sama mama kan ngajar, kakak kerja, jadi tinggallah aku sama abang Lambok yang hanya punya sedikit ilmu mengenai memasak dan kalau dibandingkan dengan abang Lambok, aku masih bisa PD kalau bilang aku masih lebih profesional, hahaaa. Seumur-umur aku sama sekali belum pernah masak sendiri. Maksud aku,semua tanggung jawab masak itu aku yang megang gitu. Biasanya aku kan jadi tenaga kerja bantu. Bantu-bantu beli bahan yang kurang,motong-motong,giling-giling bumbu,atau melakukan pekerjaan yang paling aku seneng, jadi tester, heheee.
Mama sangat tau kalau dua orang manusia yang akan tinggal di rumah adalah spesies yang ceroboh dan ga ahli, sebagai cewek, aku dianggap lebih bertanggung jawab urusan masak-memasak, sebelum berangkat ngajar, aku dibrifing dulu sama mama.” Jadi Boru, nanti kalau tukangnya datang, langsung bikin kopi.Kopi kalau tempatnya yang ini (*menunjuk ke teko yang lumayan besar ), kopinya tujuh sendok, bikin gula dua belas sendok ya Boru. Nah nanti ikannya, ikan mujahir itu, tadi mama udah beli,nanti dibersihkan dulu, yang nggak digoreng masukin ke kulkas.” Heheeee, aku tiba-tiba aja nyadar, mamaku ini , belum berubah dari aku kecil banget sampai sekarang udah gede, mama tetap aja,kalau ngasi instruksi kerjaan, kalimatnya panjang banget :") Aku senyum-senyum aja, dan tepat banget dugaanku, nggak berapa lama,mama sambung lagi, “Nanti beli bumbunyaya Boru, disambal aja ikannya, rasai garamnya. Kalau goreng ikannya pake jaket panjang yaaa...pake topi kupluk bapak, nanti kalau minyaknya kena kulit sakit”, mamaku ngelanjutin brifingnya. YA, brifing 20 menit selesai dan mama berangkat ke sekolah. Fiuuuuuh, aku lega,heheee.
Belum lama ditinggal, aku sendiri sudah pusing. Heheee, kalau soal nyambal sih, bisa. Giling-giling bumbu juga bisa , meskipun belum cekatan, yang bingung itu , gimana cara menggoreng ikan mujahir? Maaf,bukan manja atau sok-sok ga bisa masak. Anak kampung nggak tau masak itu memang agak kebangetan,tapi aku punya cukup alasan juga. Dari aku kecil banyak saudara yaang tinggal di rumah, kerjaan di rumah cuma sedikit, jadilah waktu SD kerjaanku cuma ngiris-ngiris bawang kalau masak, bantuin ngelap sofa kalau kakak nyapu, terus selama SMP, masih ada kakak Eva, dan aku jadi asistennya dia.SMA ngekos ga masak lagi, kuliah apalagi, uhuk :"( So, jadilah aku belum mandiri dalam hal ini.
Udah bingung banget yang mau ditanya juga nggak ada, jadilah mengingat-ingat brifingnya mama tadi. Sekarang baru bersyukur, untung ya mama itu kalau ngasi instruksi kerjaan detail, hahaaa. Jadi sekarang saatnya learning by doing. Baiklah, kalau masalah ngebersihin ikan , aku benar2 tau kok, motong apalagi, aku bisa banget dan sangat menghayati profesi ini, tapi menggoreng :’( Gimana yaaa ? kalau misalnya ini cuma buat orang-orang di rumah, yaaa GPP banget buat aku karena toh mau rasanya gimana, ya cuma sedikit merasa bersalah dan yang pasti mereka semua bisa maklum, nah kalau sama orang lain ?? OH, My God.
Masalahku ternyata nggak cuma itu aja, gimana ngerjainnya dengan cepat. Huhuhuhu. Begini, kalau orang mama udah berangkat semua dari rumah jam 07.30, pukul 08.00 tukang udah datang, sebelum itu aku harus sudah bikin kopi sama sarapan. Pukul 12.00 harus sudah makan siang, sementara pukul 10.00 ada istirahat, aku juga harus bikin minum, HAH! Belum lagi kalau dipanggil-panggil, minta diambilin apa gitu. Aku baru sadar kalau aku butuh strategi, jiaaaaah, hahaaa. Jadi begini step by stepnya , aku siapin bumbu ikan , sambil udah masak nasi. (*dan aku nggak tau ngukur air buat nasi kalau sudah banyak , dan mama bilang masak nasinya satu liter. Aku sok-sok kayak orang jualan di pasar, habis masukin satu liter, aku tambah lagi berasnya, biar nggak ngepas banget, orang jualan di pasar ajakan, jualannya dilebihin :p Heheee :D sementara nyiap-nyiapin bumbu, aku harus menggoreng ikannya, kalau satu-satu dikerjakan , bisa lama banget selesainya, dan lagian bumbunya banyaaaaak bangeeet :’( Hal yang paling nggak itu adalah menggiling cabe..... :”( terbersit niat untuk pake blender aja, hahaaa. Cepat dan aku nggak capek, tapi ingat kata bapakku,cabe itu rasanya nggak enak kalau diblender, beda rasanya sama yang digiling . Eh,...ntar malah ga enak sama bapak, masa udah capek-capek dari sekolah, laper, makan eh rasanya nggak enak juga.
Ditengah bingungnya aku, abangku tiba-tiba kerasukan malaikat, heheeee. Aku minta tolong dia untuk giling bumbu-bumbunya , eh malah mau. Hahahaa, padahal tadinya sih bercanda, eh sedikit serius sih, waktu abangku malah mau, rasanya , ahahaaa :D:D:D bahagia deh. Sekarang urusanku adalah dengan sayur dan menggoreng ikan-ikan lucu nan imut itu.
O iyaa, nasiku, ini untuuuung banget udah aku periksa dulu. Hehee,Dan apa kabarnya ?? hahaaa, MENTAH hahahaa :D:D Berasnya kebanyakan, kali ini sok murah hati lebaii sih. Akhirnya ku kukus, dalam kasus ini masih untung ga nasi jadi bubur, tapi masih beras tidak jadi nasi, heheee ya sudah tinggal dikukus. Ini hari pertama, dan untung semuanya bisa aman terkendali. Malah Mama kasi pujian lagi, hahaaaa. Padahal abang Lambok yang menggiling semua bumbunya.Ikannya ada sedikit yang gosong ( tapi ditolerir, hheeee ).
Sekarang aku malah mikir kalau bapak, mama, abang dan kakak, mau aku lebih lama pulang untuk bantu-bantu masak di rumah.Makanya waktu aku minta untuk cepat-cepat pulang, malah nggak dibolehin. Sebenarnya kerjaan ini nggak berat, lagian aku punya asisten,abang Lambok.Aku minta cepat-cepat pulang, heheee.. aku memang jahat dan terkadang EGOIS, ihihihi, maaf Mama. Soalnya aku pengen pergi ke tempat teman aku dulu si Siantar sama pengen main-main di Medan dulu sebelum pulang ke Depok. Kakak kotbah, abang ngoceh, agar aku pulang lebih lama lagi. “Hahahaa, biar ada yang masakin untuk siangkan yaaa?” Komentarku. Mama saat itu menggeleng, besok paginya ketika aku baru bangun jam 6 lewat, aku lihat ikan jahirnya semuanya sudah digoreng, kata Mama biar aku tinggal menyambal aja. Aku nggak tau mama sama kakakku itu udah bangun dari jam berapa.
Aaaaaaaah, Mama sering sukses buat aku merasa terharu.Mama, bukan sosok ibu-ibu yang lembut banget, kalau nasehatin anaknya suaranya pelan sambil diusap-usap rambutnya (*Ga kebayang juga Ma, kalau mama tiba-tiba jadi kayak gitu, hahaaa). Mama, bukan sosok yang bungkusin aku kado ulang tahun, dan memberikannya sebagai kejutan. Sebaliknya, mama malah bilang “Kau mau apalah inang buat kadomu?” hahaaa. Mama nggak diam-diam bikin kue ulang tahunnya,”Iya, Mama mau buat kue ulang tahunmu.” Hahaaa, MAMA :”) Kasih sayang itu kadang tanpa nama, tak terjelaskan, tetapi selalu bisa ditunjukkan lewat apapun, dan tanpa Mama ucapkan, aku selalu bisa merasakannya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar