Rabu, 20 Februari 2013

SEBUAH ALASAN ANEH

          Tiba-tiba aja aku merasa semua orang serba lebih dan merasa kalau aku nggak punya apa-apa, dibandingkan mereka.Ya, tersesat di dunia universitas ini bukanlah sebuah hal yang mudah. Ibarat katak di bawah tempurung dan tempurungnya baru aja pecah, dan kataknya melihat dunia, heran dong dia. Atau kalau ikan yang ada di akuarium dipindahkan ke laut, bisa megap-megap melihat ternyata dunia itu luas banget, seenggaknya itu yang aku rasain banget saat masuk di dunia universitas disini. Mamaku sering bilang, “mending jadi orang bodoh diantara orang yang pintar, daripada menjadi orang pintar diantara orang yang bodoh.” Rasanya sekarang aku gagal menemukan kebenaran pernyataan ini. Itu nggak mudah saudara.
         Dulu aku merasa aku OK dan orang lain nggak OK, itu sebuah life position yang salah banget.Pertama aku ngeliat orang yang tekun banget, dalam hati aku sering menghina, menganggap remeh orang-orang seperti mereka, “apa lalo banget yaa makanya sampai segitunya?” heheee, dan aku cuek, dan mati sendiri karena kecuekanku itu. Belajar juga aku malas-malasan dan mengejek orang yang tekun belajar. Rasanya nusuk banget sewaktu belajar kalau semua orang itu penting. Saat melihat orang yang bahasa Inggrisnya udah lancar banget sementara aku harus jungkir balik untuk membaca text book Bahasa inggris.Dan perjalanan ini memang nggak mudah, atau aku juga sudah menjalaninya dengan bodoh, heheee, tapi aku ngarep banget nggak ada yang ngelakuin hal ini lagi.
          Teman-teman yang dulu aku sepele dengan mereka, ternyata sudah punya prestasi cemerlang. Mengapa orang bisa berkomitmen untuk menunda kesenangan sesaat karena mereka tau apa yang ingin mereka capai. Dulu, sewaktu zaman sekolah, sejujurnya aku juga nggak pernah tau tujuan aku sekolah itu buat apa. Pokoknya sekolah ya sekolah aja, toh di sekolah juga banyak teman dan jadinya seru dong kalau ngabisin waktu di sekolah.Di sekolah dulu, aku yang jadi kebanggaan guru-guru tapi itu jauh banget sih sewaktu zaman sekolah daaan sekarang memang keadaan benar-benar berbeda, semua masa lalu itu udah nggak kepake di masa sekarang, keadaan sudah benar-benar berbeda.Sekarang aku yang diam ngedengarin temanku ngejelasin mata kuliah. Aaaargh, sebernarnya kalau mau dilihat lebih jauh ini hanya bukti nyata dari sebuah kesombongan sih, pengen melihat diri sendiri sebagai orang yang OK dan meremehkan orang lain, btw aku pernah dengar kotbah “Kalau orang sombong kenapa Tuhan, menjatuhkan?” , dulu jauh di dalam hati, aku merasa ya apalagi alasannya kalau bukan karena Tuhan itu memang kejam dan nggak senang aja,nggak suka kalau anaknya nakal-nakal. YA, tetapi ternyata aku salah. Tuhan nggak seperti itu,Tuhan itu baik banget, Dia nggak mau aja kita jadi tersesat gara-gara itu semua. Kesombongan sudah pasti membuat orang jatuh, iya itu nggak usah diragukan lagi. Karena Tuhan sayang, Dia pengen menghancurkan kesombongan itu dulu,baru Tuhan bisa berkarya di dalam kehidupan kita. Ini hal yang aku yakini sedang Tuhan kerjakan juga di dalam hidupku dan jujur , ini juga yang aku rasakan. Dia bekerja, memproses aku, membimbing aku langkah demi langkah dan menghancurkan dulu kesombonganku sebelum Dia sendiri yang akan mengangkat aku lebih tinggi.

        Anyway, aku sadar banget kalau aku memang pemalas. Apa-apa udah maleees aja bawaannya .So, apa yang bisa diraih dengan sifat dasar malas ? Jawabannya, nggak ada yang bisa dicapai dengan rasa malas. YA. Semester ini, aku mulai ngajar, sebenarnya aku memang malas, tapi aku nggak tau mau ngapain selain kuliah, kuliah dan kuliah. Toh dari sejak dulu di kelas kuliah juga aku bukan orang yang fokus, dan itulah alasannya ipku juga nggak tinggi, heheee, but udahlah nggak ada yang perlu disesali mengenai itu semua.
Jadi aku ngajar, sebenarnya ini lebih buat self healing, aku mau jujur, dan jujur ini bukan sesuatu yang mudah. Image aku terlalu baik-baik di mata orang,tapi ini pelajaran banget sih, hidup itu ternyata nggak pernah hanya diwarnai oleh kemenangan demi kemenangan tetapi juga hidup juga adalah tentang kegagalan demi kegagalan. Well, saat kita frustasi , lakukan aja hal sekecil apapun yang bisa membantu orang lain, karena ketika kita juga membantu orang lain,sebenarnya yang kita lakukan juga adalah membantu diri kita sendiri. Yaaaa, itu. Saat aku mengajar anak SMP, sebelumnya aku juga mengajar anak SMA yang mau SPMB, ada rasa bangga pada diri sendiri, perasaan kalau kita mencapai dan bisa melakukan sesuatu. Frustasi adalah suatu konsep yang pas untuk menggambarkan keberadaanku disini. Kadang rasanya seperti nggak tau mau kemana.

         Sebenarnya nggak tau mau nyalahin siapa, tapi sebenarnya beruntung banget orang-orang yang memasuki perguruan tinggi dengan tujuan yang jelas, tujuan yang ingin dicapainya. Beda banget dengan aku yang ingin masuk perguruan tinggi hanya karena nggak ingin gagal dalam SPMB, heheee, suatu cita-cita yang aneh sih kalau menurutku. Mereka sudah melakukan sesuatu untuk mencapai mimpi yang mereka inginkan dan pada akhirnya mereka mencapai mimpi itu, dan akhirnya aku mau bertanyan bagaimana dengan aku. Kalau mau jujur aku kadang hanya takut bermimpi, dan terlalu sering membatasi diri. Membatasi aku dengan apa yang bisa aku lakukan. Perguruan tinggi ini akhirnya mengubah aku, ini adalah tempat yang dipilih Tuhan untuk membentuk orang seperti aku. Tuhan itu sangat baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar